Tuesday, April 3, 2012

Pesan Aki di Shop & Drive

Di tengah2 kerempongan hari Senin pagi, nggak tau kenapa mendadak mobil saya tidak bisa di start.
Udah di kocok gas nya, cek aki, tambahin airnya juga teteupp nggak bisa. Kalo ngeliat starternya kaya nggak makan listriknya gitu sih kayanya aki nih, urusannya.
Nyebelin karena pagi2 udah repot, udah dandan rapi jali mau ke kantor, pake kudu buka kap mobil dan tangan belepotan jelaga mesin, pada sakit ujung jarinya karena ngebukain tutup2 aki yg pada keras, tangal gatel karena kena air aki, daan..mobilnya tetap nggak hidup. Si papi udah jalan ke kantor dari pagi2 banget.
Beginilah jadi perempuan jaman sekarang..bukan hanya ngegawangin rumah aja jaga anak dan masak di dapur, tapi juga kudu bisa troubleshooting segala macam..termasuk mobil yang mogok, ban kempes, listrik mati, toaster yg mendadak mledug karena kabelnya korslet, hingga benerin setrikaan yg nggak panas..daan..tetup aja, saya mah pagi2 sebelum ke kantor juga kudu bikin sarapan, mandiin anak, trus berkutat dengan kemacetan jalanan, lalu pekerjaan kantor, hingga sorenya pulang lagi, kembali urus anak.. Anak udah tidur..ada lagi kerjaan lain..blogging dan network marketing Orifleman..baru deh bobo J What a day...

Singkat cerita..saya langsung telp Shop&Drive pesan aki untuk di antar malam setelah saya pulang kantor..sementara pagi itu, saya berangkat naik taxi.
Sore hari, di tengah gerimis yg masih turun dikit2, datanglah si tukang aki yg sebelumnya nyaris di suruh pergi karena Ibu saya mengira yg datang tukang pizza, sementara saya bilangnya nggak pesan pizza ;p
Nah, di sini deh ya, inti ceritanya...si Tukang Aki yg bikin saya amazed...beyond expectation dari tukang aki pada umumnya yg hanya STD banget anter pasang, ya sudah.
Si tukang Aki dengan profesional dan sopan bertanya apakah saya sudah lama menunggu, lalu membuka akinya dari dus, mengeluarkannya untuk saya periksa, bahwa benar kondisinya baru dan bagus, dengan tipe NS-40ZL sesuai pesanan saya.
Setelah itu aki di pasang dengan cepat, bagian dekat tempat akinya sedikit di bersihkan, dan ia meminta saya mencoba starter mobil saya, yang langsung greeng lah karena akinya baru di ganti. Dengan fasih, si tukang aki menjelaskan dengan logis segala hal yg saya tanyakan, mulai dari kenapa aki yang bawaan asli dari mobil lebih awet, bagaimana kita bisa tahu kalau akinya udah mau soak, hingga kemudian menjelaskan bahwa aki GS Astra yang saya beli di lindungi oleh garansi selama 18 bulan, dengan syarat setiap 3 bulan saya datang ke cabang Shop & Drive mana saja untuk pengecekan, yang jika terdeteksi ada kerusakan ataupun defect akan langsung di ganti dengan yang baru..Dia bahkan mengetahui fitur produk dan layanan purna jual kompetitor seperti Yuasa, dan lainnya.
Setelah selesai, kartu garansi di sodorkan pada saya untuk di tandatangani, dan bertanya, Ibu Jovita, apakah ada lagi yang bisa saya bantu ? saya bilang tidak. Dia bilang : Baiklah kalau begitu, terima kasih telah menggunakan aki GS Astra, jika ada pertanyaan atau keluhan, silakan menghubungi kami di Shop & Drive mana saja.

Huaaa...saya terbengong2...Tukang bengkel langganan saya, di Honda Kebon Jeruk dan Honda Pondok Indah aja nggak begitu..malah saya bete, karena baru sekitar 3 minggu yang lalu saya service berkala, seharusnya teknisi bengkel kan memberitahukan kalau aki sudah waktunya di ganti karena kondisinya sudah kurang baik.
Saya nggak tau, apakah pelayanan ini bagian dari training yang telah di lakukan PT. Astra Otoparts sebagai bagian dari layanan pelanggan atau orangnya yang memang bagus ya..tapi baru sekali ini sih kayak begini.. dan bahasa tubuhnya tidak nampak seperti orang yang mengharapkan tips, walopun karena saya puas, saya berikan tip juga yang lumayan J Padahal tukang bengkel aja keliatan banget tuh. Muke tips freak..kalo saya ambil mobil bisa pada baris berjejer di samping mobil, ada yang membukakan pintu, sampai mengelap kembali kaca spion..yang atmosfernya saya rasakan kurang wajar...palsu gitu lho..bukan dari hati...coba aja nggak kasih tips, next time ke bengkel tanya apa2 di jawab sekenanya..mirip kayak kalo kita ke salon, kalo tipsnya sedikit, apalagi nggak kasih tips..next visit pegawainya ogah-ogahan..hehe..
Tapi anyway angkat jempol dengan layanan Shop & Drive Tanjung Duren..sayang saya lupa menanyakan siapa nama Mas teknisi aki itu..hehe..



Wednesday, March 14, 2012

Another Roti Isi....

Ini adalah beberapa roti isi yang adonannya dasarnya sih, sama dengan roti isi yang saya post beberapa waktu lalu...bedanya hanya di varian isinya.
Di sini saya bereksperimen dengan Corned Beef +Cheese, Bacon +Melted Cheese, serta Chicken mushroom with cheesy cream sauce :)
Enjoy !




Lapis Surabaya with Choco Ganache Filling



Kepingin makan lapis surabaya, tapi mau yang enaakkkk...jadilah kemarin bikin lapis surabaya.
Resep dasarnya dari resep lapis surabaya NCC, tapi kalo biasanya lapis surabaya itu menggunakan selai sebagai fillingnya, kali ini aku pakai choco ganache, karena pengen rasa yg nyoklat dan gak terlalu manis. Ternyata emang bener yummy lhoo..Gurih dan wangi butter lapis surabaya berpadu dengan lembutnya ganache..hmmm....



Lapis Surabaya

Ingredients :
For Each layer :
10 egg yolks - I used kampong egg yolks
90 gram gula kastor
125 gram butter - I used 60% wijsman and 40% anchor
45 gram low protein flour - I used Kunci biru
5 gram powdered milk
1 tbs sweetened condensed milk
1/2 tsp vanilla powder

For the chocolate layer :
I replace flour with 40 gram low protein flour & 10 gram valrhona powder
1 tsp pasta chocolate blackforest - I used Toffieco

Methods :
- Preheat oven 180dercel
- Line a 22x22 square pan with baking paper and brush the side with cake release - I use wilton cake release
- Beat butter, condensed milk and vanilla until smooth
- Beat egg yolks and sugar until white and very thick. Add in butter mixture, beat until well combined
- Add in flour into the egg mixture, beat well.
- Place mixture in the baking pan and bake around 20 minutes until the surface turn golden brown.

Choco ganache :
250 gr chocolate couverture/dark cooking chocolate chopped
100 ml double cream
1 tsp butter - I use Anchor

Method :
- Place cream in the small stainless bowl, bring to boil
- Add the boiling cream into the chopped chocolate, stir until the chocolate is melted and the mixture is smooth.
- Add the butter into the mixture and stir until the mixture is smooth and glossy.
- Let stand in the temprature 15 dercel until the mixture is getting thicker. Stir ocasionally until the mixture is spreadable and smooth.

Finishing :
Place 1 yellow layer on the cake base/cake plate, spread with choco ganache, stack with the chocolate layer. Repeat the 1st step with the last yellow layer. Pressed the cake surface gently to make sure each layer is stick perfectly.

Wednesday, March 7, 2012

Bento Box ;-)


Hari-hari kemarin, sehubungan dengan hidup sehat dan mertua saya yang hospitalized, jadi seringkali harus menyiapkan lunchbox.
Daripada lunchbox hanya sekedar makanan aja, iseng2 coba2 di bikin kaya bento box..sederhana aja sih...ternyata menghasilkan tampilan makanan yang cukup menggiurkan yaa...dan bikin jadi tambah nafsu makan :)
Semoga besok2 bisa bikin bento2 box yang lebih inovatif...apalagi my daughter Liz sebentar lagi masuk pre-school...saya kepikiran membawakan dia bento box yang lucu2 nanti ;p

Sebenernya sih, makanan yang di sajikan untuk bento bx itu sederhana aja...makanan apa aja bisa di gunakan untuk bento box..mulai dari sandwich, seperti foto bento box sehat saya ini (wkwkwkkk), nasi goreng, hingga nasi padang pun bisa di bikin jadi bento box...tinggal memainkan kreativitas kita saja dalam menambahkan garnish atau menata makanan-makanan tersebut, agar menggugak selera makan.
Itadakimasu !



Friday, February 24, 2012

New Vintage Destination

Akhir2 ini, saya males dan ogah banget sama yg namanya fashion online shopping. Too many unpleasant experiences in online fashion shopping, make me no more enthusiast. It's better to shop directly, when you can try it on, feel the material and see the details & finishing.
Pengalaman saya itu, kalo nggak cutting nya gak karuan, ya materialnya look cheap, atau finishing & detailnya gak rapi. Basically..aku paling sebel sama barang2 fashion yg nampak nggak berkualitas, look cheap.
Bukan berarti kita harus selalu beli produk fashion yang mahal, tapi kualitas memang nggak bisa mengalah.

Overall, dalam fashion, kualitas itu buat saya terlihat pada cutting, material, finishing, dan detail. Kalo beli baju, beli dress, biasanya saya iseng liat liningnya dan jahitan2 di tempat tersembunyi. Kalo amburadul, biasanya langsul ilfeel.
Bukan berarti juga barang branded itu pasti perfect ya...karena saya pernah menemukan blus Zara yang akan saya beli lengannya gak simetris.Jadi teteuupp yaa...taste, mata dan tangan yang menentukan kualitas fashion.

Terus terang, banyak online shop yg nggak murah yaaa... Gambar yg di display juga kelihatan bagus, sellernya juga mostly bilang, harganya mahal karena ini Korea lah, Hongkong, Paris atau apalah.
Sebagai gambaran harga untuk sepotong blus gak kurang dari 300 ribu dan dress bisa di atas 500 ribu..katanya sih, premium line..
Pas barangnya dateng ? Duuhhh, maaf ya, tapi nggak keliatan kaya barang yg harganya 300 ribu up. Mending saya jalan ke Mango atau Promod. Harga segitu udah dapet blus yang bagus deh. Bisa coba, ada refund policy, dan bisa touch & feel material dan detailnya.

Ngomong2 fashion style, personal style saya itu lebih kepada something simple, preppy, classic, dan vintage.
Seneng banget tuh, saya, sama yang namanya pattern polkadot, gingham, dan stripes. The colors are not far from black, white, grey, pink, and red.
Pas baca2 Her World terbaru kemarin ini, kebetulan ada artikel soal online shopping, yang membahas fashion shopping online, dan salah satunya me-review Our Vintage House, sebuah online boutique yang khusus menjual baju2 bernuansa classic vintage dan mereproduksi model2 baju lawas yang di populerkan oleh aktris jadul terkenal, seperti Audrey Hepburn (She's my fashion inspiration), Vivien Leigh, Brigitte Bardot, Teresa Teng, and so on.

Pas iseng browsing, I was soooo amazed ! Wooowww, this one great !, really meet my fashion imagination :)
Secara, saya memang suka banget sama banyak hal bernuansa jadul. Mulai dari fashion jadul, lagu2 jadul kaya Heart of gold, rain&tears, love is a many splendored thing, dan semacamnya. Nggak ketinggalan graphic work jadul dan barang2 bernuansa vintage lainnya...hehe..
Saya itu masih nyimpen modeblaad - sejenis majalah mode yg ada pattern makingnya - warisan dari Mami saya yg berasal dari tahun 50-60an. Jadi ceritanya orang jaman dulu itu kalo mau punya baju keren tuh pada jahit sendiri, karena memang ready to wear pada saat itu belum banyak. Belum ada tuh, yg namanya Mango, Karen Millen, atau Oasis..hehehe..





Kembali ke Our Vintage House dengan fashion lawasnya...Di motori oleh sepasang Ibu muda Paula dan Sizeka yang memang vintage freak, mereka menjadikan vintage style menjadi sebuah personal style yang di kemas dengan sangat menarik.
Nggak pake ba bi bu, saya langsung pesan tuh sebuah red polka skirt. Kalo detail dan finishingnya bagus, saya mau pesan lagi dress nya.
Harganya sih nggak murah kalo di compare sama ready to wear kaya Topshop atau Zara. Imbang lah...kurleb harga dressnya hampir seperti koleksi ready to wear local designer.
Agak mahal lah, ya, karena kita nggak bisa lihat material, sizing dan finishingnya...tapi ternyata mereka ini personalized dan custom made. Jadi, mereka mengambil ukuran badan kita dulu sebelum proceed the order, sehingga seharusnya sih, bisa fit our size.
Untuk rok yang saya pesan, mereka membutuhkan ukuran pinggang saya dan panjang rok yang saya kehendaki. Produksi membutuhkan waktu sekitar 2-3 minggu untuk rok ini.
Saya melihat foto2 portfolio mereka menunjukkan nampaknya cuttingnya cukup bagus, karena banyak klien ataupun mereka sendiri mengenakan koleksi pakaiannya, yang nampak fit the body dan looks nice.
Kepikir, wadohhh, nambah satu lagii nih, penguras dompet saya :p
Wahhh..can't wait to meet my new skirt :)

Will come back with the review soon after my skirt arrived :D



Thursday, February 23, 2012

Negro & Rainbow Cookies

Yesterday, after 2 busy weeks, finally I got the opportunity to test the chocolate chip cookies recipe I got from NCC-Cookies Week file.
Other baking fellows who has tried this recipe said that it taste sooo yummy and very close to Famous Amos Cookies.

Bought Mrs. Fields cookies last valentine, give me an inspiration to make a rainbow choco chip cookies, but with smaller size, less sweet, buttery taste, and hint of caramel flavor.
Then I remember about some recipes I got from browsing. After consider some recipes, then the choice goes to this recipe.
I make some adjustment to this recipe to suit my taste and imagination..hehehhh :)




Chocolate Chip Cookies
Source : NCC Cookies Week File

Ingredients :
115 gr butter, cut into cubes & refrigerate for a while - I use 70% Wijsman and 30% Elle & Vire
100 gr brown sugar
50gr caster sugar
100 gr fine grinded oatmeal (grind until it become fine oatmeal powder and sieved)
125 gr plain flour - I change the composition, see below notes
1 eggs
1/4 tsp vanilla extract - I use 1 pc vanilla bean and 1/8 tsp L'arome vanilla susu
1/4 tsp salt
1/2 tsp baking powder
1/2 tsp baking soda

150 gr milk chocolate bar, grated finely
150rg milk chocolate chips
150 gr almond/walnut chopped coarsely

Methods
- Preheat oven to 170 degrees
- Cream butter, sugar and salt until light and fluffy
- Add in egg and vanilla, beat until well combined
- Add oats and flour mixture, add untill well combined
- Add chocolate and nut, and mix until well combined
- Leave the dough in the fridge for about 20-30 minutes
- Lay a baking pan covered with baking sheet
- To make a small cookie, put 1/4 tsp of the dough on the pan ( The dough will spreading when baked)
- Put several choco chip/choco candies on it
- Bake for about 10-15 minutes
- Let it cool and store in an airtight container.

Notes :
- I change the flour composition, for negro cookies : 85gr flour, 30gr negro chocolate powder, 15 gr milk powder. For rainbow cookies : 105 gr flour, 15 gr valrhona powder, 15 gr milk powder
- For rainbow cookies I replace walnut and chocochip with chopped dark chocolate and chocolate candies (I use mini chacha- local brand, since it's easier to find at nearby supermarket...You can use M&Ms or smarties)