Labels

Showing posts with label Lain-Lain. Show all posts
Showing posts with label Lain-Lain. Show all posts

Tuesday, April 3, 2012

Pesan Aki di Shop & Drive

Di tengah2 kerempongan hari Senin pagi, nggak tau kenapa mendadak mobil saya tidak bisa di start.
Udah di kocok gas nya, cek aki, tambahin airnya juga teteupp nggak bisa. Kalo ngeliat starternya kaya nggak makan listriknya gitu sih kayanya aki nih, urusannya.
Nyebelin karena pagi2 udah repot, udah dandan rapi jali mau ke kantor, pake kudu buka kap mobil dan tangan belepotan jelaga mesin, pada sakit ujung jarinya karena ngebukain tutup2 aki yg pada keras, tangal gatel karena kena air aki, daan..mobilnya tetap nggak hidup. Si papi udah jalan ke kantor dari pagi2 banget.
Beginilah jadi perempuan jaman sekarang..bukan hanya ngegawangin rumah aja jaga anak dan masak di dapur, tapi juga kudu bisa troubleshooting segala macam..termasuk mobil yang mogok, ban kempes, listrik mati, toaster yg mendadak mledug karena kabelnya korslet, hingga benerin setrikaan yg nggak panas..daan..tetup aja, saya mah pagi2 sebelum ke kantor juga kudu bikin sarapan, mandiin anak, trus berkutat dengan kemacetan jalanan, lalu pekerjaan kantor, hingga sorenya pulang lagi, kembali urus anak.. Anak udah tidur..ada lagi kerjaan lain..blogging dan network marketing Orifleman..baru deh bobo J What a day...

Singkat cerita..saya langsung telp Shop&Drive pesan aki untuk di antar malam setelah saya pulang kantor..sementara pagi itu, saya berangkat naik taxi.
Sore hari, di tengah gerimis yg masih turun dikit2, datanglah si tukang aki yg sebelumnya nyaris di suruh pergi karena Ibu saya mengira yg datang tukang pizza, sementara saya bilangnya nggak pesan pizza ;p
Nah, di sini deh ya, inti ceritanya...si Tukang Aki yg bikin saya amazed...beyond expectation dari tukang aki pada umumnya yg hanya STD banget anter pasang, ya sudah.
Si tukang Aki dengan profesional dan sopan bertanya apakah saya sudah lama menunggu, lalu membuka akinya dari dus, mengeluarkannya untuk saya periksa, bahwa benar kondisinya baru dan bagus, dengan tipe NS-40ZL sesuai pesanan saya.
Setelah itu aki di pasang dengan cepat, bagian dekat tempat akinya sedikit di bersihkan, dan ia meminta saya mencoba starter mobil saya, yang langsung greeng lah karena akinya baru di ganti. Dengan fasih, si tukang aki menjelaskan dengan logis segala hal yg saya tanyakan, mulai dari kenapa aki yang bawaan asli dari mobil lebih awet, bagaimana kita bisa tahu kalau akinya udah mau soak, hingga kemudian menjelaskan bahwa aki GS Astra yang saya beli di lindungi oleh garansi selama 18 bulan, dengan syarat setiap 3 bulan saya datang ke cabang Shop & Drive mana saja untuk pengecekan, yang jika terdeteksi ada kerusakan ataupun defect akan langsung di ganti dengan yang baru..Dia bahkan mengetahui fitur produk dan layanan purna jual kompetitor seperti Yuasa, dan lainnya.
Setelah selesai, kartu garansi di sodorkan pada saya untuk di tandatangani, dan bertanya, Ibu Jovita, apakah ada lagi yang bisa saya bantu ? saya bilang tidak. Dia bilang : Baiklah kalau begitu, terima kasih telah menggunakan aki GS Astra, jika ada pertanyaan atau keluhan, silakan menghubungi kami di Shop & Drive mana saja.

Huaaa...saya terbengong2...Tukang bengkel langganan saya, di Honda Kebon Jeruk dan Honda Pondok Indah aja nggak begitu..malah saya bete, karena baru sekitar 3 minggu yang lalu saya service berkala, seharusnya teknisi bengkel kan memberitahukan kalau aki sudah waktunya di ganti karena kondisinya sudah kurang baik.
Saya nggak tau, apakah pelayanan ini bagian dari training yang telah di lakukan PT. Astra Otoparts sebagai bagian dari layanan pelanggan atau orangnya yang memang bagus ya..tapi baru sekali ini sih kayak begini.. dan bahasa tubuhnya tidak nampak seperti orang yang mengharapkan tips, walopun karena saya puas, saya berikan tip juga yang lumayan J Padahal tukang bengkel aja keliatan banget tuh. Muke tips freak..kalo saya ambil mobil bisa pada baris berjejer di samping mobil, ada yang membukakan pintu, sampai mengelap kembali kaca spion..yang atmosfernya saya rasakan kurang wajar...palsu gitu lho..bukan dari hati...coba aja nggak kasih tips, next time ke bengkel tanya apa2 di jawab sekenanya..mirip kayak kalo kita ke salon, kalo tipsnya sedikit, apalagi nggak kasih tips..next visit pegawainya ogah-ogahan..hehe..
Tapi anyway angkat jempol dengan layanan Shop & Drive Tanjung Duren..sayang saya lupa menanyakan siapa nama Mas teknisi aki itu..hehe..



Friday, February 10, 2012

Diskriminasi dan "Rampok Style" di Gedung Perkantoran Bergengsi

Kali ini saya ingin mengekspresikan kekesalan saya akibat diskriminasi yang saya peroleh di gedung perkantoran tempat saya bekerja.
Mungkin memang benar ya, orang kaya, di perlakukan beda..pada sopan semua kalo sama orang kaya, tapi kalo orang susah yang jalan kaki, gak naik mobil, maka di perlakukan semena2.

Hal ini sungguh saya alami di gedung tempat saya bekerja yang berlokasi selangkah saja dari Mal terbesar di bilangan Pondok Indah.
Seperti biasanya di mal ataupun gedung2 bertingkat di Indonesia, kita pasti harus melewati pemeriksaan barang bawaan jika masuk ke tempat tersebut. Akan tetapi, biasanya, pemeriksaan hanya di lakukan terhadap kendaraan yang masuk melalui gerbang gedung, sementara pemeriksaan terhadap orang serta barang bawaannya itu baru di lakukan saat hendak memasuki pintu masuk gedung, bukan di gerbangnya.
Nah, di gedung tempat saya berkantor ini sungguh ajaib, tas kita di periksa dua kali, saat melewati gerbang, dan saat memasuki gedung.
Anehnya, jika saya masuk gerbang dengan menggunakan mobil, mereka hanya memeriksa sekenanya bagasi mobil, TANPA memeriksa tas saya..
Itu berlaku jika anda naik mobil. Tapi jangan tanya jika anda jalan kaki...anda akan langsung di periksa tas dan barang bawaan begitu memasuki gerbang..Jangan tanya jika anda bertampang SPG atau kelihatan bukan tenant..sering saya lihat sampai di suruh mengeluarkan isi tasnya.
Mereka seringkali memaksa kita untuk membuka tas, padahal mereka memiliki metal detector yang di anggurkan begitu saja. Saya, tentu saja keberatan membuka tas saya, dan minta di scan saja dengan metal detector. Bagi saya, handbag itu sangat privacy, dan bukan pada tempatnya di buka-buka serta di intip2 isinya oleh orang yang tidak berhak.
Oh, ya, berhubung banyak tenant perusahaan multinasional di sini, jika bule yang lewat, mereka juga sering tidak memeriksa atau hanya sekenanya saja..nggak ada tuh yang namanya di bongkar2 tasnya. Padahal lain waktu saya melihat sendiri SPG kami yg kebetulan mau training ke kantor sampai harus mengeluarkan sebagian isi tasnya.

Sungguh lucu, karena, sepengetahuan saya, pemeriksaan tas di lakukan untuk mengantisipasi orang yang membawa senjata api/ tajam/membahayakan memasuki gedung.
Bagaimana bisa mendiskriminasikan orang yang masuk dengan mobil dan berjalan kaki ? Bayangkan jika ada visitor yang datang menggunakan mobil dan membawa pistol di tasnya melenggang masuk melewati gerbang dengan bebas.
Saya hampir tidak pernah mau membuka tas saya dan meminta untuk di scan saja. Buat apa metal detector mahal-mahal di anggurkan begitu saja ? Sungguh bodoh manajemen gedung ini.

Lain waktu, saya pernah bermasalah dengan salah satu security gedung, yang berlipat tangan saja saat saya lewat di gerbang, namun setelahnya menarik tas saya seperti jambret seraya memaki saya karena katanya saya tidak sopan karena lewat di depannya tapi tidak berhenti dan membuka tas saya untuk di periksa.
Sungguh keterlaluan. Gedung sih keren, tapi securitynya kayak rampok. Hal ini tentu saja langsung saya komplain keras kepada building management dan melaporkan pada pimpinan perusahaan tempat saya bekerja bahwa telah di perlakukan tidak sopan.
Seharusnya gedung yang mayoritas tenantnya perusahaan multinasional bisa mendidik para security dan personelnya secara beretika. Minimal standar security hotel lah.
Gimana Indonesia mau maju jika rakyatnya masih berlaku diskriminatif bahkan terhadap kaum mereka sendiri, serta bar bar layaknya rampok L

The way to enjoy Jakarta : Busway-ing ;p


Beberapa hari ini, karena mobil saya harus klaim asuransi dan di perbaiki di bengkel, maka saya menggunakan moda transportasi busway untuk pergi dan pulang kantor.
So far so good..cukup menyenangkan, karena waktu tempuh ke kantor nyatanya hanya mekana waktu 2/3 dari waktu tempuh biasanya menggunakan mobil pribadi selama saya menggunakan busway.
Saya berangkat di waktu yang sama dengan jika saya mengendarai mobil pribadi, dan ternyata dalam waktu 35 menit jauh lebih sebentar jika di bandingkan mobil pribadi yang memakan waktu 45-60 menit.
Berangkat/pulangnya pun cukup simpel..karena saya cukup jalan kaki 3 menit dari rumah ke depan jalan untuk naik angkot ke halte busway, yang durasinya hanya 5-8 menit saja...dan kebetulan, arah pergi dan pulang kantor saya melawan arah, sehingga buswaynya cukup sepi dan saya seringkali mendapat tempat duduk.
Cukup nyaman lah..jalan kaki, earphone ipod di telinga..serasa lagi di Singapore..hehe..bedanya hanya jumlah debu yg beterbangan dan di Singapore saya selalu bercelana pendek ;p
Sisi positif lainnya adalah saya jadi olahraga ! Saya berjalan kaki dari halte busway di Mall Pondok Indah sampai ke kantor, demikian pula dari tempat angkot sampai ke rumah.
What a refreshment ya, secara selama ini saya naik mobil atau taxi.
Kenapa gak naik taxi, lately saya memang kecewa sekali dengan taxi berwarna biru itu. Bukan sekali dua kali taxi yang saya pesan terlambat datang, masih di carikan, atau nyasar, padahal alamat saya cukup jelas, dan taxi sudah di pesan sehari sebelumnya. Bayangkan jika saya cukup di kejar waktu, seperti pengalaman saat akan ke bandara. Nyebelin banget.
Tapi nih, sekalinya saya pesan so early untuk menghindari terlambat, sopirnya marah2 pada saya karena menunggu lama. Sungguh tidak sopan.
Tambahan lagi, untuk saya yang lumayan rutin menyetir dan paham jalan2 alternatif, sopir2 taxi biru itu sooo slow dan gak tahu jalan...sampai gregetan..karena kalau saya yg nyetir udah pasti lebih cepet. Jadi, aturan saya bisa tidur santai di taxi, jadi tetap aja harus memperhatikan jalan, karena kalau nggak bisa2 saya sampai di tempat lain L
Yg paling bikin jengkel kalau tujuannya adalah Rumah-Kantor. Lha..kantor saya di bilangan Pondok Indah dengan Rumah di Jakarta Barat itu cukup hanya lempeng aja gak usah belok2 lewat jalan panjang hingga arteri pondok indah..masa iya masih mau muter2 dengan alasan tidak tahu jalan.
Dengan alasan inilah akhirnya kalau rutenya di lewati busway, daripada naik taxi saya pilih busway..kecuali kalau sedang hujan tentunya. Apalagi tarifnya cukup murah, 3500 sekali jalan. Bandingkan dengan taxi dari rumah-kantor yang berkisar 55rb rupiah.

Namun, akan lebih baik jika pemerintah membuat halte2 busway lebih nyaman dan bersih ya, serta di provide countdown timer kapan busnya akan datang, sebagaimana yang di aplikasikan pada terminal2 MRT di Singapura.. Daripada bengong pegel, kan rada enak kalo ada countdown berapa menit lagi bus nya akan datang..
Oh, ya, tidak semua halte busway ini di lengkapi bangku untuk menunggu ya..dan anehnya orang pada seneng banget nunggu bus-nya di depan pintu otomatis hingga pintunya terbuka..padahal busnya masih lama. Seharusnya pintu otomatis itu tidak terbuka jika tidak ada busnya, sebagaimana halnya pintu MRT.
Minggu depan mobil saya sih sudah selesai. So, saya masih menikmati few last days ber-busway ria..namun considering juga untuk berbusway ke kantor manakala cuaca cerah :D

Thursday, February 2, 2012

Another Side of Life

Kali ini posting saya jauh dari soal perdapuran dan keluarga...tapi lebih kepada situasi di pekerjaan...
Akhir-akhir ini, sepertinya banyak banget kejadian yang, bikin saya mengenyitkan kening, mengelus dada, dan finally malah mendekatkan saya pada Sang Pencipta...untuk mensyukuri bahwa saya masih di beri kesempatan, masih di beri lebih, dan masih di percaya.

Sebagai manusia, seringkali orang itu terlalu angkuh..lupa bahwa di atas langit masih ada langit..lupa bahwa jika Tuhan berkehendak, maka tidak ada sesuatu yang mustahil, bahkan bisa di putarbalikkan...kaki ke kepala, dan kepala pindah ke kaki.
Saking angkuhnya manusia, bahkan seringkali merasa bahwa rencana kita lah yang terbaik, bahkan jadinya memerintah Tuhan, agar segala sesuatu berjalan sesuai mau kita.
Tapi masalahnya, apakah kita sudah melakukan segala sesuatunya, segala prosesnya dengan cara-cara yang berkenan padaNya ?

Ketika seseorang merasa bahwa posisinya tak tergoyahkan, bahwa singgasananya anti badai, nyatanya jika Tuhan memang berkehendak, badai datang juga menerpa...ajaibnya, ada sebagian orang yang ketka badai itu datang, malah murka luar biasa karena tidak bisa menerima dan berlapang dada, lantas malah melampiaskannya pada perantara badai tersebut.

Saya jadi ingat...sekitar 7 tahun yang lalu, mantan bos saya, dalam meeting departemen mengingatkan kami, para manager departemen, untuk jadi seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk, dan jangan pernah berlaku arogan atas nama posisi kami masing-masing. Mengapa ? Sebab, semua orang, para supplier, pihak ketiga, dan rekan bisnis berlaku begitu hormat, memohon - mohon, mengirim hadiah, dan semua courtesy lainnya, sebetulnya di tujukan pada Kursi (Jabatan) kami, bukan pada kami sebagai personal. Kalau someday kita leave the company, atau tidak lagi memegang posisi tersebut, maka mereka tidak akan memberikan perlakuan itu lagi kepada kita, namun akan tetap memberikan perlakuan tersebut kepada (Kursi itu) siapa pun yang menjabat posisi tersebut.
Buat saya ini betul banget. Akan lebih enak jika dalam berhubungan, kita selalu rendah hati, dan tetap membawa personal branding kita...bukan position branding.
Semua ini mengingatkan saya untuk tetap 'bermain cantik', baik pada rekan sejawat, atasan, anak buah, maupun pihak ketiga.
I only spent 6 months in this retail company, before I hopped to another company, tetapi pengalaman di sini sangat berkesan buat saya.
Saya resign dari sini dalam kondisi yang sangat baik. Yup, of course...I have to make sure all the task of the department and the company running well eventhough without me. Never burn your bridges, never sew the wind, because you will harvest the storm.

Di penghujung 2011, nggak ada angin hujan, mendadak saya berkesempatan menjajal kesempatan di salah satu MLM kosmetik. Tadinya ya, sebagai salah satu dari manusia takabur itu, mikirnya...yah, cuma begini yaa...jeh...secara saya gak kekurangan amat kok, saya punya posisi yang cukup baik di sebuah perusahaan multinasional, dan basically saya cuma mau tahu aja.

Di sini, saya melihat binar-binar yang sangat indah dari semua pelaku penjualannya, walopun mereka semua ini bukan permanent employee, tapi spirit dan effort nya luar biasa, penuh doa dan syukur...jauh sekali dari keseharian yang biasa saya lihat di lingkungan saya bekerja.
Penasaran dan merasa tertantang melihat para pelakunya yang mayoritas Ibu rumah tangga dan bahkan sebagian juga berpendidikan formal tidak lebih dari sekolah menengah namun sanggup berprestasi yang membahagiakan keluarganya, saya mencoba masuk lebih dalam, melakukan effort di sana, sambil mikir, masa mereka bisa saya nggak bisa sih.
Nggak di sangka2 ternyata dalam sebulan saja, saya sudah punya 5 downline dan langsung naik level 2 kali.
It's so amazing :D
Kebetulan, di saat yang bersamaan, saya juga berkesempatan membaca salah satu buku motivasi terbaik dari Merry Riana "Mimpi Sejuta Dollar", yang berbeda dari buku2 motivasi yang biasanya self centering, tetapi Merry ini mengajarkan tentang berlaku rendah hati, berpikiran positif, jujur, bekerja keras, menghargai proses, serta melibatkan Tuhan sebagai partner kita dalam bekerja.

Jujur aja, seenggaknya untuk saat ini, dari bisnis ini uangnya sih nggak ada apa2nya di bandingkan gaji yang saban bulan masuk rekening saya, bahkan seperlimapuluh aja pun nggak ada...tapi nih...valuenya luarrr biasa, dan mana tahu kalau sekian bulan atau tahun dari sekarang dapat menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan...lebih dari apa yang saya dapatkan sekarang. Jika ini memang jalan Tuhan, siapa tahu dan siapa dapat menolak ?

Di sini, saya belajar tentang how to dream, how to give your dream a life, how to make your dreams come true, selain saya juga belajar untuk jadi seorang yang pro-aktif, asertif, rendah hati, penuh syukur dan apresiasi.
Walopun di PT. X tempat saya berkarir selama 6 tahun ini saya manager, tapi di sini saya bukan siapa2, bukan senior staff, apalagi manager...di sini saya cuma seseorang yang mau belajar, yang menjadikan apa yang saya pelajari menjadi anak-anak tangga kesuksesan bagi saya...It would be great kalau saya juga bisa jadi manager, apalagi director di sini kan ?

Di tempat ini juga, saya belajar jadi orang yg gak gaptek2 amat, dan saya melihat betapa banyak orang yang, untuk meraih income sekian saat ini, dan demi mimpi2nya, harus naik turun bus, angkot, bersusah payah... Belum lagi ada yang memiliki keterbatasan prasarana, sampai untuk akses ke website saja sulit...belum lagi yang memiliki keterbatasan finansial, dan sangat antusias meraih beberapa puluh ribu untuk tiap produk yang berhasil mereka jual, yang dalam keseharian saya ludes dalam sehari untuk jajan dan lunch.
Jadi malu ya, kalo saya yang enak begini, bisa selalu makan enak yang saya mau,bisa naik turun mobil, akses internet kapan aja, kok kalah berprestasi.
Betulan deh, adrenalin saya kayaknya bergolak, termasuk juga dari tadinya saya nggak masalah keluar 500 ribuan sebulan dari kocek pribadi - senilai sehelai gaun Zara - guna tutup poin targetnya, eh, akhirnya malah tertantang untuk bisa jual produknya. Ternyata yang dapetnya pake usaha itu rasanya lebih maniss dan bikin senyum lebih lebar. Dari tadinya saya mikir, 'jeh, 100 poin = 500an ribu, siapa juga yg beli...eh, nggak taunya tanpa terasa saya bisa memenuhi lebih dari 200 poin, bukan dari kantong pribadi...tapi murni dari jualan. Yeay !

Anyway, sangat indah ternyata lho, proses untuk suatu pencapaian.
Satu hal lagi, saya juga memiliki kepuasan tatkala saya berhasil membantu orang lain dan menghadirkan binar senyuman di wajah mereka, karena telah terbantu. Senang juga bisa bikin orang lain meraih pencapaiannya, semakin dekat kepada mimpinya...dan makin percaya diri.
Dalam proses ini, saya belajar juga tentang kedisiplinan, komitmen, dan bahwa yang namanya anak buah, downline, bawahan, or whatever it called, sampe botak juga gak akan melakukan apa yang kita katakan & dengung2kan, tetapi mereka melakukan apa yang kita lakukan. Ini berlaku bukan hanya terhadap anak buah, tapi kalau mau di stretch lagi...anak-anak kita di rumah pun ternyata imitator yang paling ulung ! Sampe berbusa2 di bilangin..tetap aja di langgar...tapi mereka nyatanya melakukan hal-hal yang kita lakukan, bahkan lebih baik dari kita....Kebayang dong, gimana jadinya kalo kita did a bad thing ?
You harvest what you sew...jangan menabur angin jika tidak mau menuai badai...
Apa yang anda pikirkan tentang orang lain dan lingkungan, itu menunjukkan bagaimana sebenarnya kualitas diri anda, bukan sebaliknya.
Jadilah manusia rendah hati, maka anda akan di tinggikan, sebagaimana di Alkitab pun di katakan mengenai hal ini.
Yesus sendiri pun menempatkan dirinya dalam posisi seorang hamba, yang melayani, bukan seorang tuan, akan tetapi Dia di tinggikan sebagai Yang Maha Tinggi.





Wednesday, December 21, 2011

Numpang ngetop.com

Iseng2 ngulik internet...ternyata ketemu nama saya di sebut2 dalam kaitan Thesis yang aku buat pas kuliah Magister di kampus kuning dulu..hehehhh...ada juga yang buka2 thesis yang dulu bikin puyeng...semoga gak tersesatkan yaaa ;p

Friday, November 25, 2011

Social Media Attitude

Di tengah musim booming social media, facebook menjadi salah satu social media yang naik daun, selain twitter, Foursquare, Mindtalk, dan lainnya. Jaman sekarang ini, kayaknya hampir nggak ada deh..orang yang nggak punya facebook account, bisa di bilang semua punya, walopun lately, sudah mulai jenuh.
Dengan banyaknya orang yang punya facebook, maka situs ini di jadikan tempat aktualisasi diri (aka. numpang narsis) dan tentunya cari duit. Sebenernya sih, sah-sah aja numpang narsis dan cari duit di sini..tapi sayangnya banyak orang yang kurang, atau bahkan tidak mengindahkan etika bersocial media ria..entah nggak tau atau memang pura2 nggak tau.

Aku menemukan beberapa tipe orang yang mengganggu sesuai dengan tinggat keparahannya (berat sampai dengan ringan):
1. Tag atau posting barang jualan di wall orang Ini paling tidak berperikemanusiaan dan nyebelin. Ibaratnya trespassing halaman rumah orang, terus buka lapak dagang di rumah orang tanpa ijin. Kalo untuk yang ini aku biasanya tegor langsung, suruh remove itu postingannya. Kalo ngetag, aku langsung komen di pic yang di tag, jadi semua orang juga bisa lihat. Posting di wall orang adalah yang paling tidak beretika, kalo sama aku suka aku post balik di wall ybs, bilangin, kalo buka lapak di tempat sendiri, jangan di rumah orang...he he.. Biasanya sih kedua cara ini ampuh.

2. Request friend as a personal account, then berubah rupa jadi online shop Ini banyak terjadi, dan kadang kita juga kenal baik sama orangnya. Buat aku, kalo metamorfosa personal account menjadi OL shop sangat tidak fair. Kalo memang mau jualan, ya, please gunakan account tersendiri. Kan nyebelin banget, kalo ada friend list mendadak metamorfosa jadi OL shop, dan tanpa banyak pilihan, newsfeed kita mendadak penuh dagangan yang bersangkutan, sehingga teman2 yang sebenernya malah gak keliatan. Iya kalo dagangannya itu masuk dalam common iterest kita, lha kalo nggak, jualan kondom, misalnya ? Kan nyebelin banget.

3. Marah-marah dan mengeluarkan makian, dan mendiskreditkan orang lain di wall facebook Kalo ini membuat orang yang melihat jadi sangat gak nyaman ya..dan rasanya kok membawa emosi negatif. Mungkin orang bersangkutan lupa, bahwa social media adalah media interaksi dengan masyarakat, dan tentunya nggak seharusnya bawa emosi negatif di situ. Bayangkan kalo kita lagi di supermarket, terus kita liat ada orang teriak2 dan maki2 di tengah supermarket..gak enak kan rasanya ? kurang lebih begitulah..

4. Bertengkar di Facebook Ini sebetulnya sama dengan di atas..bawa emosi negatif ! Lha emangnya nggak ada tempat lain buat berantem ? Aku sendiri pernah lihat orang pacaran yang berantem di facebook, yang bales2an melayangkan tweet bernada saling melecehkan, dan 'mengeroyok' seseorang di facebook cuma gara2 ybs salah ngomong. Duhh..please deh, media sosial itu etalase diri kita di masyarakat lho..masa itu yang mau di tampilkan, kebarbaran dan tampak seperti orang tidak berpendidikan.

5. Totally a social climber Yang ini nih..gak tau pas baru ketiban durian runtuh, atao mendadak jadi istri firaun. walopun gak menganggu secara langsung, tapi seringkali postingannya berbau materi. Mulai dari foto di depan rumah baru + mobilnya bak baru menang undian dari bank, ada yang berfoto di butik LV lengkap dengan barang barang belanjaannya, ada yang nyebutin harta-harta yang di milikinya, ada yang majang foto cincin berliannya, harga-harga barang belanjaannya di luar negeri, sampai dengan nyebutin baru ganti IPhone terbaru. Biasanya sih ini spesies wanita..hehe.. Hellooo ?? Sebelumnya kemane ajaa jeung.. it's too bad that you are not well educated & have proper attitude :( before you become rich.

Tadi aku ada singgung soal well educated. Banyak orang merasa dirinya well educated karena sudah sekolah tinggi, bahkan sekolah di luar negeri..but...it's correct that you are high educated, meskipun it doesn't ensure that you are well educated. Memang kalo punya banyak uang, bisa aja mengenyam pendidikan setinggi mungkin, di mana aja..tapi sayangnya sudah berpendidikan tinggi belum tentu sudah well educated..
Istilah well educated, mengacu pada terdidik dengan baik, dalam artian, tidak secara akademis saja, tetapi attitude dan intelektualnya juga baik. Menurutku, untuk bisa jadi well educated, peranan keluarga sangat krusial di sini. Kasarnya yah..2 generasi juga belum tentu cukup untuk bikin orang jadi well educated dan bermartabat.
Orang yang well educated harusnya selalu berpikir dahulu sebelum bertindak, dan menjaga kehormatannya. Pamer materi ? jelas nggak perlu..karena, dari profile kita, seharusnya orang tahu siapa kita, asal usul kita. cuma ini nih, susahnya...banyak orang terlalu takut di kira orang biasa-biasa (dari sisi materi), sehingga kalap posting aneka foto hartanya melalui media sosial.. Belum lagi orang-orang yang memperlakukan media sosial sebagai tong sampah emosional, sehingga, kalo lagi bete, marah, sedih, seneng, di lampiaskanlah ke FB dan twitter. Solusinya ? Kalo ganggu banget ya, sure I will delete them as a friend.
Kalo cuma social climber, ya ketawa aja..soalnya some adalah teman lama, kita juga tau asal usul dulunya itu siapa dan bagaimana..toh yang bersangkutan hanya mempermalukan dirinya sendiri dengan berlaku semacam itu.